Budgeting and Parkinson's Law
Sejak awal kuliah, saya rutin mencatat pengeluaran setiap hari. Entah kenapa, rasanya tenang ketika semuanya terukur, termasuk pengeluaran rutin. Awalnya saya mencatat secara manual di notes handphone, sampai akhirnya saya menemukan aplikasi pencatat keuangan yang simpel dan mudah digunakan. Aplikasi itu saya pakai sampai sekarang.
Tujuan utama mencatat pengeluaran adalah mengetahui berapa banyak uang yang saya butuhkan setiap bulan. Ini saya perlukan untuk optimalisasi finansial, agar persentase uang yang bisa diinvestasikan terus meningkat.
“A primary concept of the financial independence movement is reducing expenses as much as possible.”
Corina, inspiringlifedesign.com


Dengan budgeting dan report seperti ini, kami (saya dan istri) bisa dengan mudah mengetahui seberapa besar pengeluaran dan pemasukan kami setiap bulan, serta bagian mana dari pengeluaran kami masing-masing yang masih bisa dioptimalkan untuk memperbesar nilai investasi.
Yang menarik dari expense report saya: pengeluaran saya saat ini masih sama dengan pengeluaran saya waktu kuliah. Tidak ada perubahan.
Hukum Parkinson
Budgeting sangat penting untuk melawan hukum Parkinson atau Parkinson’s law.
“Work expands so as to fill the time available for its completion.”
Parkinson’s law
“Pekerjaan berkembang sedemikian rupa hingga memenuhi waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya.” Itulah bunyi hukum Parkinson.
Ternyata hukum ini tidak hanya berlaku untuk urusan waktu dan pekerjaan, tetapi juga untuk finansial.
Ketika orang menghasilkan lebih banyak uang, kebiasaan belanjanya juga meningkat. Tidak peduli berapa banyak uang yang ia hasilkan, uang itu akan selalu habis.
Orang dengan penghasilan 3 juta per bulan akan menghabiskan 3 juta setiap bulan. Ketika penghasilannya naik menjadi 5 juta, pengeluarannya per bulan juga ikut naik menjadi 5 juta. Ini terjadi karena gaya hidupnya berubah mengikuti sedikit-banyaknya uang yang ia peroleh.
Budgeting diperlukan agar kita punya roadmap dan bisa melawan hukum Parkinson. Orang yang tidak membuat budget tidak tahu batas pengeluarannya. Mereka akan terus spending sampai uang yang mereka punya habis seluruhnya.
Lakukan budgeting dan defy Parkinson’s law!
Konsultasi satu sesi
Mau ngobrol soal keuanganmu?
· · online atau tatap muka