Financial Freedom
Beberapa konsep menuju financial freedom yang saya ketahui dan sedang saya jalankan. Setiap poin dalam daftar ini murni berasal dari nilai-nilai, pengalaman, dan pembelajaran pribadi. Bisa saja apa yang saya tuliskan di sini keliru dan perlu dikoreksi.
- Lunasi utang. Poin pertama dan yang paling utama dari daftar ini: ketika kamu memiliki utang, fokuslah terlebih dahulu untuk melunasinya. Hindari melakukan hal lain sebelum utangmu beres. Ingat, satu per satu.
- Jangan pinjam dan meminjamkan uang. Ingatlah bahwa kamu bukan bank. Tidak ada manfaat dari meminjam dan meminjamkan uang ke orang lain. Yang ada hanyalah meningkatnya risiko percekcokan dan rasa benci di kemudian hari. Ingatlah, ketika kamu harus meminjam uang untuk membeli sesuatu, itu tandanya kamu belum mampu membeli barang itu. Jangan memaksakan diri, semua ada waktunya. Cobalah untuk tidak impulsif, menahan diri, dan melatih self-control. Sekali lagi, jangan meminjam dan meminjamkan uang.
- Buat budget, batasi pengeluaran per bulan. Budget diciptakan sebagai strategi untuk mengalokasikan uang yang kamu miliki. Ia berfungsi sebagai batas maksimal pengeluaran yang boleh kamu habiskan setiap bulan. Kamu dapat membuat budget secara umum, seperti total maksimal uang yang dapat kamu gunakan per bulan, atau secara lebih terperinci, seperti biaya maksimal untuk kebutuhan makan.
- Tambah penghasilan. Banyak orang terlalu terjebak dalam pengelolaan keuangan tanpa menyadari bahwa sebelum mengelola keuangan, harus ada yang bisa dikelola. Ada berbagai cara untuk meningkatkan penghasilan, di antaranya lembur, perjalanan dinas, bekerja paruh waktu di tempat lain, hingga membuat bisnis.
- Menabung. Menabung pangkal kaya, pepatah lama yang masih relevan sampai sekarang. Banyak orang sangat sulit menabung karena tidak terbiasa. Maka dari itu, biasakanlah. Salah satu karakteristik orang sukses adalah mampu menahan diri, merelakan kesenangan jangka pendek demi kesenangan yang lebih besar dalam jangka panjang.
- Kumpulkan dana darurat. Bagaimana responsmu jika besok kamu sakit parah dan tidak bisa bekerja dalam waktu yang lama? Apa yang akan kamu rasakan jika krisis ekonomi terjadi lagi? Apa yang akan kamu lakukan ketika tiba-tiba mendapatkan surat pemecatan? Semoga semua itu tidak terjadi pada kamu dan siapa pun. Namun yang perlu ditekankan di sini adalah kamu tidak boleh hidup dalam ketakutan dan tanpa persiapan. Tidak ada yang tahu masa depan. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa besok kamu masih sehat, perusahaanmu masih beroperasi, atau kondisi ekonomi masih baik-baik saja. Karena itu, kamu perlu bersiap jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Kumpulkanlah dana darurat. Ada banyak cara menghitung dana darurat, namun agar lebih mudah, kamu cukup menyisihkan dan menyimpan uang sebanyak 6 kali pengeluaran bulananmu.
- Hidup di bawah standar. Jangan hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Mana yang kamu pilih, terlihat kaya atau benar-benar kaya? Jangan menaikkan gaya hidup ketika penghasilanmu naik, tetaplah seperti biasa. Bahkan jika bisa, hiduplah di bawah standar. Tidak ada yang salah dengan hidup sederhana. Yang keliru adalah gaya sosialita tapi ekonomi lemah.
- Sedekah. Ingatlah selalu bahwa sesungguhnya uangmu bukan hanya milikmu; ada hak orang lain dari setiap harta yang kamu miliki. Biasakanlah menyisihkan sebagian uangmu untuk orang lain yang membutuhkan. Ini akan membuatmu merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan uang. Namun ingat, jangan samakan sedekah dengan memberi utang. Sedekah boleh, meminjamkan uang ke orang lain jangan.
- Makanlah sebelum berbelanja. Penelitian menunjukkan bahwa berbelanja dengan perut kosong mendorong perilaku belanja berlebihan. Hal ini disebabkan rasa lapar yang membuat tubuh merasa kekurangan. Kondisi kekurangan ini tidak hanya terjadi secara fisiologis, tetapi juga psikologis. Akibatnya, tubuh berusaha mengatasi kekurangan itu dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya materi, sekalipun bukan makanan.
- Beli aset, bukan liabilitas. Aset adalah segala hal yang mendatangkan uang ke dompetmu, liabilitas adalah segala hal yang mengeluarkan uang dari dompetmu. Banyak orang keliru mengenai hal ini. Mereka berpikir mobil, rumah, dan tanah mereka adalah aset, padahal sesungguhnya itu liabilitas. Mobil, rumah, ataupun tanah baru menjadi aset jika mendatangkan uang ke dompetmu. Mobil yang direntalkan? Aset. Mobil yang dipakai sendiri? Liabilitas. Tanah yang dibiarkan begitu saja? Liabilitas. Tanah yang disewakan? Aset. Pahami perbedaannya baik-baik.
- Jangan beli barang yang tidak sanggup kamu beli 10 kali. Prinsip ini dapat kamu pegang sebagai pedoman ketika tertarik membeli sebuah barang, sekaligus pengingat tentang kemampuan finansialmu.
- Punya asuransi kesehatan. Milikilah asuransi kesehatan. Setidaknya ini dapat menjadi penolongmu ketika hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan terjadi. Biaya asuransi kesehatan sesungguhnya lebih murah dibandingkan harga rokok atau kopi yang rutin kamu beli.
- Investasi menggunakan uang dingin. Ketika menyimpan uang di investasi (reksa dana, obligasi, ataupun saham), kamu harus siap jika semua uang yang kamu simpan di sana habis. Walaupun sudah melewati banyak perhitungan matematis, tidak ada yang bisa menjamin investasimu akan untung di masa depan. Jangan coba berinvestasi jika hidupmu saja masih sulit. Sayangnya, sekarang banyak orang tergoda berinvestasi dengan mengharapkan keuntungan jangka pendek. Mereka membeli produk investasi tanpa ilmu dan dasar terlebih dahulu. Mereka ingin kaya lewat jalan pintas. Lucu, tapi benar terjadi. Mereka berpikir sedang berinvestasi, padahal yang sebenarnya mereka lakukan adalah trading. Kasihan. Investasi adalah tahap terakhir dari daftar ini. Jadi, pastikan sebelum berinvestasi kamu sudah bebas utang, punya dana darurat dan asuransi kesehatan, serta memiliki banyak aset dan tabungan.
Konsultasi satu sesi
Mau ngobrol soal keuanganmu?
· · online atau tatap muka