Ammar Finance

← Semua tulisan

Financial Freedom, Retire Early

Sewaktu kecil, saya pernah bermimpi bisa bebas berkeliling daerah mengunjungi masjid di seluruh Indonesia. Saya mengatakan hal itu kepada ibu saya. Ia menjawab bahwa itu mustahil karena manusia punya keterbatasan, yaitu uang dan waktu. Manusia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Benar juga, pikir saya. Mimpi itu kemudian saya kubur dalam-dalam.

Belum lama ini, saat berselancar di internet, saya menemukan sebuah komunitas yang langsung menarik perhatian saya. Komunitas ini menamakan dirinya FIRE (Financial Independence, Retire Early). Orang-orang di dalamnya hanyalah orang biasa, bukan pebisnis besar ataupun saudagar kaya. Mereka sama seperti saya, karyawan di sebuah perusahaan. Bedanya, mereka telah mencapai financial freedom.

Setelah membaca beberapa postingan dari komunitas itu, saya berpikir bahwa semua yang mereka tulis masuk akal. Kita sebenarnya tidak perlu punya perusahaan besar dan uang melimpah untuk bisa merdeka secara finansial. Kita hanya perlu memahami beberapa konsep dan melakukan beberapa hal dengan konsisten.

Saat itu saya tersadar bahwa mimpi masa kecil saya, bebas bepergian ke mana saja tanpa pusing memikirkan uang, kemungkinan bisa tercapai.

F.I.R.E

Berapa banyak uang yang perlu kamu kumpulkan untuk mencapai bebas finansial?

4% rule. Pertanyaan ini bisa dijawab dengan mudah menggunakan aturan 4 persen. Konsep ini lahir dari penelitian tahun 1998 bernama Trinity Study yang menghitung angka aman penarikan uang dari aset investasi. Hasilnya: kamu bisa mengambil 4 persen per tahun dari total investasimu tanpa perlu khawatir kehabisan uang.

Berdasarkan prinsip ini, pengeluaran tahunan dikalikan 25 adalah jumlah uang yang kamu butuhkan untuk mencapai financial freedom. Misalnya, jika pengeluaranmu 3 juta rupiah per bulan, cara menghitung angka F.I.R.E-mu seperti ini:

  • Pengeluaran bulanan: 3 juta
  • Pengeluaran tahunan: 3 juta × 12 bulan = 36 juta
  • Angka F.I.R.E: 36 juta × 25 = 900 juta

Jadi, uang yang harus kamu kumpulkan untuk mencapai F.I.R.E adalah 900 juta rupiah. Berikut perhitungan sederhana angka F.I.R.E untuk berbagai pengeluaran bulanan.

Tabel angka F.I.R.E untuk berbagai pengeluaran bulanan

How to

Dalam manajemen keuangan, ada 3 bagian penting yang perlu kamu atur dengan bijak: penghasilan (income), pengeluaran (expenses), dan investasi (invest).

Penghasilan adalah segala sesuatu yang membuat uangmu bertambah: gaji bulanan, bonus, side job, hasil jualan, uang jajan dari orang tua, dan lain-lain.

Pengeluaran adalah apa pun yang membuat uangmu berkurang, seperti jajan kopi, beli bensin, makan all-you-can-eat, langganan Spotify, nonton konser, bayar kos, dan lain-lain.

Investasi adalah proses membuat uangmu bertumbuh dan berlipat ganda. Ada banyak jenis instrumen investasi, seperti reksa dana, saham, obligasi, real estate, atau logam mulia. Pilihannya tergantung preferensimu.

Memahami tiga konsep ini sudah menempatkanmu di atas rata-rata dalam literasi finansial. Yang perlu kamu lakukan setelahnya adalah mulai taking action:

  1. Perbanyak penghasilan
  2. Kurangi pengeluaran
  3. Optimalkan investasi

1. Perbanyak penghasilan

Bekerja. Semua rekomendasi investasi, manajemen keuangan pribadi, serta tips dan trik menabung tidak akan berguna jika kamu belum punya penghasilan yang pasti setiap bulan. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memiliki penghasilan tetap.

Jika kamu fresh graduate, ada baiknya melamar ke perusahaan yang membuka lowongan MT (Management Trainee) atau program percepatan karier. Program ini menguntungkan karena umumnya menawarkan gaji lebih tinggi dibanding fresh graduate lain. Program ini juga membekalimu dengan pemahaman mendalam tentang bisnis dan kepemimpinan, sekaligus menyiapkanmu untuk posisi manajerial di masa depan. Ini tentu sangat baik untuk kariermu ke depan.

Tambah penghasilan. Banyak orang terlalu fokus mengelola keuangan tanpa menyadari bahwa yang utama adalah punya cukup uang untuk dikelola. Ada berbagai cara meningkatkan penghasilan, seperti lembur, perjalanan dinas, bekerja paruh waktu di tempat lain, menjadi pembicara seminar, hingga membuat bisnis.

Kebebasan finansial akan sulit dicapai jika kamu hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Tugasmu adalah membuka sebanyak mungkin “keran air” agar aliran uang semakin deras. Selagi masih muda, ambillah semua risiko yang terukur.

Masa muda adalah masa terbaik karena energimu masih banyak untuk melakukan banyak kegiatan sekaligus. Kamu juga belum punya tanggung jawab sebesar orang tua, sehingga masih bebas mencoba dan bereksperimen. Mulailah berbisnis atau jalankan side hustle yang bisa menambah pemasukan.

Saat kamu hanya bekerja sebagai karyawan, penghasilanmu tetap dan bisa diprediksi; gaji yang masuk setiap bulan adalah angka yang pasti. Ini memberi rasa aman, tetapi juga menetapkan batas yang tidak bisa kamu lampaui, seberapa keras dan selama apa pun kamu bekerja.

Dengan berbisnis, batas penghasilanmu menghilang. Jika dijalankan dengan kompetensi dan ketekunan, bisnis membuka kemungkinan penghasilan yang tidak terbatas, walaupun tentu ada risiko dan ketidakpastian yang harus kamu hadapi.

Menikah. Menikah bisa membantu mencapai tujuan keuangan lebih cepat karena dikerjakan bersama. Selain ikut berkontribusi dalam penghasilan, pasangan juga bisa menjadi rekan diskusi soal keuangan rumah tangga. Ini sangat berguna karena urusan keuangan erat kaitannya dengan emosi, yang kadang membuat kita tidak rasional dalam mengambil keputusan.

2. Kurangi pengeluaran

Buat budget, batasi pengeluaran per bulan.

“A budget is telling your money where to go instead of wondering where it went.”

Budget diciptakan sebagai strategi untuk mengalokasikan uang yang kamu miliki. Ia berfungsi sebagai batas pengeluaranmu setiap bulan. Hal pertama yang wajib kamu lakukan sebelum membuat budget adalah mencatat.

Catat semua pengeluaranmu setiap hari. Dengan mencatat, kamu bisa membuat kategori dan mengetahui berapa banyak pengeluaran yang sifatnya kebutuhan (needs) dan yang sekadar keinginan (wants). Ini perlu untuk optimalisasi finansial, agar persentase uang yang bisa kamu investasikan semakin meningkat.

Hidup di bawah standar.

“Whatever your income, always live below your means.”

Jangan hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Mana yang kamu mau, terlihat kaya atau menjadi kaya? Jangan menaikkan gaya hidup ketika penghasilanmu naik. Tidak ada yang salah dengan hidup sederhana.

Jangan beli barang yang tidak sanggup kamu beli 10 kali. Prinsip ini bisa kamu pegang setiap kali tertarik membeli sesuatu. Misalnya kamu ingin membeli handphone seharga 10 juta rupiah. Jika kamu belum punya uang untuk membeli 10 buah handphone itu (10 juta × 10 = 100 juta), berarti kamu belum sanggup. Prinsip ini bisa menjadi pengingat tentang kemampuan finansialmu.

Minimalism dan frugal living. Lewat minimalism dan frugal living, kamu akan sadar bahwa sebenarnya kamu tidak butuh banyak barang untuk bahagia. Sayangnya, yang terjadi sekarang malah sebaliknya. Orang berlomba membeli barang yang tidak mereka butuhkan, dengan uang yang tidak mereka punya, untuk membuat kagum orang yang tidak mereka sukai.

Hapus semua pengeluaran yang tidak perlu. Pertimbangkan ulang setiap kali ingin membeli sesuatu. Pastikan uang yang kamu keluarkan untuk kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Kurangi nongkrong di kafe, berhenti belanja pakaian, cari aktivitas healing yang murah, bawa bekal ke kantor, dan unsubscribe Spotify dan Netflix.

3. Optimalkan investasi

Beli aset, bukan liabilitas. Aset adalah segala hal yang mendatangkan uang ke dompetmu, liabilitas adalah segala hal yang mengeluarkan uang dari dompetmu.

“You must know the difference between an asset and a liability, and buy assets.”

Banyak orang keliru memahami perbedaan aset dan liabilitas. Mereka mengira mobil, rumah, atau tanah mereka adalah aset, padahal sebenarnya itu liabilitas. Mobil, rumah, ataupun tanah baru menjadi aset jika mendatangkan uang ke dompetmu. Mobil yang direntalkan? Aset. Mobil yang dipakai sendiri? Liabilitas. Tanah yang dibiarkan begitu saja? Liabilitas. Tanah yang disewakan? Aset. Pahami perbedaannya baik-baik.

Investasi menggunakan uang dingin. Ketika menaruh uang di investasi, kamu harus siap dengan segala risikonya, termasuk kemungkinan rugi. Investasi bersifat fluktuatif: nilainya kadang naik, kadang turun. Itulah alasan tidak disarankan berinvestasi dengan uang yang masih kamu butuhkan.

Index investing.

“By periodically investing in an index fund, the know-nothing investors can actually outperform.”

Hampir semua orang di komunitas F.I.R.E menyarankan investasi pasif dengan mengikuti indeks. Index investing adalah strategi investasi yang bertujuan mengikuti kinerja indeks pasar tertentu, seperti IHSG di Indonesia atau S&P 500 di Amerika Serikat. Ada banyak alasan mengapa ini bagus:

  1. Kamu tidak bisa memprediksi pasar. Mustahil mengetahui kapan waktu terbaik untuk membeli dan menjual saham. Dalam jangka panjang, saham selalu naik. Maka yang terbaik adalah melakukan DCA (dollar-cost averaging) di sekumpulan saham sekaligus.
  2. Expense ratio sangat rendah. Sederhananya, expense ratio adalah biaya yang dikenakan manajer investasi untuk mengelola instrumen investasi. Umumnya, semakin rendah expense ratio, semakin baik bagi investor.
  3. Diversifikasi. Dengan membeli indeks, kamu otomatis berinvestasi di banyak perusahaan sekaligus, sesuai pepatah “Don’t put all your eggs in one basket.” Diversifikasi sangat penting karena kamu tidak bisa tahu perusahaan atau bidang apa yang akan sukses atau gagal di masa depan.

Index investing adalah cara mudah dan murah untuk ikut menikmati pertumbuhan pasar saham tanpa repot memilih saham sendiri.

Extreme saving/investing. Mereka yang mengikuti gerakan F.I.R.E memilih menabung dan/atau menginvestasikan minimal 50–75% dari total pendapatan. Banyak dari mereka hidup sangat sederhana walaupun penghasilannya di atas rata-rata. Semua itu mereka lakukan agar bisa mencapai kebebasan finansial lebih cepat.

Grafik lama waktu menuju pensiun berdasarkan persentase tabungan
Lama waktu mencapai kebebasan finansial berdasarkan persentase uang yang ditabung.

Dari gambar terlihat, semakin besar saving rate (persentase tabungan), semakin cepat kamu mencapai kebebasan finansial. Misalnya, jika kamu bisa menabung 80% dari penghasilan, kamu bisa mencapai kebebasan finansial dalam 5,5 tahun.

Sumber: Mr. Money Mustache, “The Shockingly Simple Math Behind Early Retirement”

How I achieve F.I.R.E

My F.I.R.E goal

Berdasarkan perhitungan 4% rule, target bebas finansial saya adalah 2 miliar.

Penghasilan

Saat ini ada 3 keran air yang kami miliki:

  1. gaji saya,
  2. gaji istri,
  3. profit dari bisnis.

Saya bekerja sebagai karyawan di perusahaan FMCG dan istri bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Sejak awal menikah, kami menabung secara ketat dengan menyisihkan lebih dari 75% penghasilan.

Setelah 2 tahun menabung, kami membuka bisnis coffee shop pertama bernama Eloka Coffee. Setahun kemudian, cabang kedua Eloka Coffee dibuka. Alhamdulillah, profit dari bisnis ini masih konsisten sampai sekarang.

Pengeluaran

Budgeting. Saya rutin mencatat pengeluaran sejak awal kuliah hingga sekarang. Saya selalu berpegang pada prinsip “kita tidak bisa mengatur apa yang tidak terukur.” Saya dan istri mencatat semua pengeluaran di Google Sheets untuk di-review setiap akhir bulan.

Tidak beli rumah. Salah satu pengeluaran terbesar anak muda saat ini adalah cicilan KPR. Untungnya, saya tidak perlu melakukannya karena biaya rumah ditanggung perusahaan. Uang untuk rumah bisa dialokasikan ke tempat yang lebih produktif.

Frugal living. Belanja bahan di pasar dan masak sendiri, bawa bekal ke kantor, tidak berlangganan Spotify, Netflix, atau aplikasi apa pun, tidak nonton konser, dan tidak rutin membeli baju ataupun gadget adalah beberapa hal yang kami lakukan. Kami selalu berusaha mengurangi pengeluaran dan tidak terjebak hedonic treadmill.

Hedonic treadmill: barang apa pun yang kita beli hanya berpengaruh sesaat pada level kebahagiaan. Setelah cukup terbiasa dengan barang itu, tingkat kebahagiaan akan kembali ke titik awalnya. Jika dilakukan berulang-ulang, bisa muncul kecanduan untuk merasakan sensasi kebahagiaan sesaat tersebut.

Investasi

Index investing. Saya penganut index investing. Ini saya pilih setelah membaca banyak buku dan mempelajari beragam materi investasi. Bagi orang yang tidak berkecimpung di bidang finansial, cara terbaik untuk ikut menikmati keuntungan pasar saham adalah berinvestasi di banyak perusahaan sekaligus. Saat ini saya rutin berinvestasi di indeks Indonesia dan indeks Amerika Serikat.

Extreme saving/investing. Dengan penghasilan yang cukup tinggi dan pengeluaran yang relatif rendah, kami bisa mengatur keuangan dengan lebih mudah. Saat ini kami konsisten menabung dan menginvestasikan 60% dari total penghasilan.

Do today

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan sekarang juga untuk memulai perjalanan menuju kebebasan finansial:

  • Catat semua pengeluaran dan pemasukan.
  • Hitung angka F.I.R.E-mu (gunakan 4% rule).
  • Unsubscribe semua biaya yang tidak perlu (Spotify, Netflix, dll.).
  • Masak dan bawa bekal ke kantor/kampus.
  • Kurangi nongkrong di kafe, cari hiburan yang tidak perlu mengeluarkan uang.
  • Jangan beli mobil, rumah, atau pengeluaran besar lain yang mengharuskanmu berutang.
  • Jika punya utang, lunasi sesegera mungkin.
  • Mulai menabung 10% dari penghasilan. Menabunglah di awal setelah gajian, bukan di akhir.

Konsultasi satu sesi

Mau ngobrol soal keuanganmu?

· · online atau tatap muka