Personal Finance: Math or Psychology?
Sebagian orang menganggap personal finance selalu berkaitan dengan angka dan grafik rumit yang sulit dimengerti. Anggapan itu keliru.
Secara teori, manusia sebagai makhluk ekonomi akan menggunakan sumber daya yang ia miliki seefektif dan seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. Kenyataannya justru sebaliknya.
Pada umumnya, ketika berurusan dengan keuangan, kita bukanlah makhluk yang rasional.
Teori delay discounting menunjukkan bahwa penilaian kita terhadap sesuatu berbeda tergantung waktunya. Uang hari ini dianggap lebih bernilai dibanding uang dengan jumlah yang sama yang baru akan didapat besok. Bahkan, ketika waktu untuk mendapatkan uang (reward) terlalu jauh, uang tersebut jadi terasa tidak bernilai.
Inilah alasan orang memilih segera menghabiskan uang yang mereka dapatkan dibanding menyimpannya di instrumen investasi dan membiarkannya bertumbuh. Mereka ingin segera merasakan sensasi pleasure dan memanjakan egonya.
Penyebabnya adalah impulsivity, kecenderungan mengejar immediate gratification, serta kurangnya self-control.
Orang membelanjakan uang yang tidak mereka miliki untuk membeli barang yang tidak mereka butuhkan demi mengesankan orang yang mereka benci. Dari perspektif ekonomi, ini sama sekali tidak masuk akal. Sayangnya, itulah fenomena yang umum terjadi.
Bagi saya, kecerdasan finansial kurang, atau bahkan tidak, berkaitan dengan ilmu ekonomi atau matematika. Ia lebih berkorelasi dengan psikologi.
Orang yang terlahir kaya dan dimanjakan sepanjang hidupnya cenderung lebih menghambur-hamburkan uang dibanding orang yang bekerja keras untuk mendapatkannya. Penilaian mereka terhadap cara mendapatkan uang berbeda.
Sebagian besar orang bertindak irasional ketika berurusan dengan uang. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah berlatih untuk tidak mengikuti emosi dan berpikir rasional. Berhenti menjadi budak nafsu dan emosi demi kesenangan semu. Belajar berkata cukup, dan mulai menikmati hidup tanpa materialism yang berlebihan.
Sekian.
Konsultasi satu sesi
Mau ngobrol soal keuanganmu?
· · online atau tatap muka