Mindset Shift
Keyakinan kita tentang apa yang benar dan salah bisa berubah seiring waktu, karena pengetahuan yang bertambah, pengalaman yang mendewasakan, atau kebijaksanaan yang kita peroleh sepanjang perjalanan hidup.
Dulu saya berpikir satu-satunya cara untuk menjadi kaya adalah lewat investasi. Ada benarnya, tetapi kurang bijak jika dilakukan tanpa mempertimbangkan peluang lain yang tersedia.
Prioritas pertama sebelum berinvestasi adalah menambah income stream (aliran pendapatan) sebanyak mungkin. Bayangkan setiap sumber penghasilan seperti keran air: semakin banyak keran yang kita buka, semakin banyak air yang mengalir. Semakin banyak aliran cash flow yang kita miliki, semakin cepat dan semakin besar uang yang bisa kita hasilkan.
Investasi memang memberikan pendapatan rutin, tetapi angkanya sulit kita kendalikan. Kita tidak punya kuasa langsung untuk membuat return investasi naik. Sebaliknya, ketika modal itu dipakai untuk mengembangkan bisnis, potensi keuntungannya bisa berlipat-lipat.
Opportunity cost
Sebelumnya saya sangat mengagungkan investasi. Semua uang dari gaji dan bisnis selalu saya investasikan. Tentu saja investasi itu menguntungkan dan memberikan hasil hingga puluhan juta rupiah dalam waktu yang relatif singkat, tanpa perlu melakukan apa-apa.
Tapi saya tidak memikirkan opportunity cost. Ketika uang hanya disimpan di instrumen investasi, ada banyak kesempatan yang terbuang, salah satunya ekspansi bisnis. Keuntungan dari ekspansi bisa berkali lipat lebih besar dibanding menyimpan uang secara pasif di pasar modal. Keuntungan di instrumen investasi “hanya” sekitar 10% per tahun, sedangkan ketika uangnya dijadikan modal ekspansi, keuntungannya bisa 1.000%, bahkan tidak terbatas.
Jadi, kapan saatnya investasi?
Ketika income stream yang stabil sudah cukup banyak. Ketika kamu sudah membuka sebanyak-banyaknya keran air yang bisa mengalirkan air secara konsisten setiap hari.
Definisi “banyak” tentu berbeda bagi setiap orang, jadi silakan tentukan sendiri.
Menurut saya, angka yang ideal adalah ketika kamu sudah punya penghasilan bersih (setelah dikurangi pengeluaran bulanan) minimal 50 juta per bulan. Angka ini memang besar, dan itulah alasan kita tidak boleh mengandalkan satu sumber penghasilan saja.
Tidak ada orang yang mencapai financial freedom hanya dengan 1 income stream.
Pertanyaan selanjutnya: bagaimana cara membangun income stream lainnya? Kita bahas di tulisan berikutnya.
Catatan: tulisan ini tidak bermaksud melarang kamu berinvestasi, melainkan memberi perspektif tentang apa yang menurut saya lebih layak menjadi prioritas.
Bagaimana pendapatmu?
Konsultasi satu sesi
Mau ngobrol soal keuanganmu?
· · online atau tatap muka